Here's a good example of natural conversation, with lots of 'gitu' and all the rest, recorded the day President Soeharto died.

The audio player will stay in view as you scroll down following the text. If you want to 'pause' or 'repeat' a sentence, it's very simple. Press 'Ctrl' for 'pause/play' and you can click on any text and the audio will play that line (and continue playing, unless you hit 'Ctrl' to pause it). And just one click is enough. No need to double click on the line you want to listen to. You can also use the 'slider' to 'slow down' and 'speed up' the video in order to practice speaking and listening.



  1

Pak Soeharto Meninggal    

Sample Material :


  

Hai Mr!

Heeh.

Sudah tahu atau sudah dengar kalau mantan Presiden Soeharto sudah meninggal?

O…h belum. Saya dengar sesuatu kemarin siang, waktu makan siang… (- Mhmm.) Uhh.. tapi tidak tahu ada apa.

O…h, waktu kemarin makan siang jam berapa?

Jam.... Jam satu.

Jam satu? Jam satu pas, kurang atau lebih?

Wah nggak tahu persis, lewat sedikit mungkin.

Ya karena waktu meninggalnya itu jam satu lewat sepuluh. (- O…h.) Jam satu lewat sepuluh menit, gitu.

Oh ya, justru itu karena .. waktu makan ibunya bilang lagi nonton Soeharto. (- O…h.) Saya nggak tahu maksudnya nonton Soeharto apa gitu. (- Ya, ya.)

Karena kemaren jam .. sebelas nyampai jam dua belas, di tv terus aja nyiarin tentang Soeharto, tapi waktu itu belum meninggal, tapi diberitakan lagi kritis. Ya istilahnya udah mendekati kematianlah, gitu. (- Ahh..)

Tapi bukan ada kabar hari Sabtu atau hari Jum'at bahwa dia sudah semakin bagus?

Ya.. Emang dari hari.. Kamis, kalau nggak salah, ada berita di tv bahwa kondisi Soeharto semakin baik, terus beritanya lagi dari Jum'at sampai hari Sabtu itu kondisi Soeharto dikatakan, oleh tim dokternya sendiri, itu kondisi.. kesehatannya itu malah semakin membaik.

Jadi pas orang-orang denger Soeharto meninggal, itu agak kaget juga. (- Ahh..) Karena sebelumnya, yaitu, diberitakannya sudah semakin membaik.

Terus?

Ya.. uh, seharian kemaren dari jam satu saya terus aja lihat acara di tv, karena hampir semua, bukan hampir semua lagi, semua stasiun televisi itu menyiarin tentang.. tentang Pak Harto.

(- Oh…) Kisah-kisah dulunya atau di rumahnya yang di Cendana, atau lagi nyiarin di Bandara Halim maupun di Bandara.. yang di Solo, Adisucipto. Dan.. tadi pagi saya penasaran juga, apa namanya, karena diberitakan di tv bahwa.. Pak Harto itu.. akan di bawa ke Bandara Halim sekitar pukul tujuh.. dari rumahnya. (- Uhh.) Mau dibawa ke Bandara.

Ya udah, saya tadi pagi berangkat.. langsung ke.. Cawang karena pasti lewat situ, ya istilahnya mau... mau lihat mobil jenazahnya doang, kan nggak mungkin lihat orangnya. Dan ternyata di sana juga sudah banyak orang, sengaja berkumpul di pinggir jalan, terus, hampir semua karyawan yang kantornya di samping-samping Jalan Gatot Subroto, itu keluar semua.

(- Ah, buat lihat itu.) Pas saya.. Ya, buat lihat.. iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. (-Hmm..) Ya udah, udah lewat, (ya) udah, saya pulang aja, gitu.

Ohh.. Terus itu alasan terlambat tadi pagi?

Pertama itu, terus yang kedua emang macetnya gila-gilaan juga.

Nah, terus menurut Iwan, sekarang.. dampaknya ke Indonesia.. ada atau enggak, atau.. seperti biasa aja?

Kayaknya, kalau menurut saya, ya, kalau selama mengikuti perkembangan Pak Harto dari semenjak dia lengser ya.. Lengser itu semenjak dia turun jabatannya… (- Oh, uhuh.) waktu tahun sembilan delapan dulu, .. jadi kalau dilihat dari sekarang, mulai sekarang, karena sekarang Pak Harto sudah meninggal, mungkin tekanan2 ke Pak Harto atau keluarganya itu kayaknya akan sedikit berkurang.

Karena kan, diisukannya Pak Harto itu ama keluarganya itu pada korupsi, terus istilahnya m.. uhh.. pernah melakukan kejahatan HAM (Hak Azazi Manusia) (- Uh huh.) tapi karena orangnya sekarang sudah meninggal, ya mungkin untuk mengusutnya.. kayaknya nggak dilanjutin.

Apa? Untuk apa?

Di usut. (- M.. Di usut.) Ya, mengusut itu ya istilahnya untuk.. mencari bukti-bukti.

Oh iya, iya.

Tetapi Presiden SBY sendiri, .. ama.. ketua MPR sendiri itu meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memaafkan Pak Harto. (- Uhh..) Ya jelas dari.. dari kata-kata.. Pak SBY un.. m.. untuk memaafin Pak Harto yang mungkin kesalahan Pak Harto yang dulu itu mungkin ya.. udah, udahlah karena orangnya udah meninggal, udah, kita maafin aja. (- Uh huh.) Jadi kayaknya nggak ada.. kelanjutannya gitu. (- Uhh..)

Tapi kalau dilihat dari.. segi.. kepercayaan dunia internasional, .. ya, mungkin ada pengaruh juga. Karena bisa dikatakan.. pemerintah yang sekarang itu memang tidak benar-benar mau menjalankan reformasi. Karena bukan Soeharto aja yang melakukan, karena dibalik Soeharto itu sebenarnya yang melakukan korupsi. Kroni-kroninya, kroni itu maksudnya teman-temannya. (- Iya, iya.)

Terus keluarganya, anak-anaknya, itu sebenarnya yang melakukan korupsi. Yang memakai uang negara buat.. mer.. mereka bikin usaha tanpa diberikan bunga, tanpa diberikan pajak, yang jahat itu sebenarnya, kalau menurut saya, itu bukan Pak Harto tapi antek-anteknya sama keluarganya, gitu.. (- Hmm..) cuman mereka mengatasnamakan Soeharto.

Karena di pemimpinnya, ya dia tetep aja tanggung jawab (- Iya.) walaupun dia sendiri enggak lakukan semua ya dia tetep tanggung jawab. (- Iya.)

Emang Pak Harto itu kalau di mata mahasiswa itu dicaci ya. Maksud dicaci itu dicerca, (- Uh huh..) dihujat, istilahnya marah lagi. Tapi kalau buat orang-orang dikampung, orang-orang di pedesaan, (- Uh huh..) Soeharto itu bak Dewa, gitu.

Emang dia cukup baik sih…kan?

Ya emang dia kalau untuk orang-orang pedesaan, dia sangat baik, karena waktu jaman Pak Harto beras aja cuman berapa. Jadi harga kebutuhan pokok, harga bahan bakar itu.. orang-orang nggak ada yang bilang mahal, (- Uh huh, gitu!) murah aja pokoknya.

Ya, betul, betul dan itu intinya apa, apa?.. uh, pemerintah sekarang nggak sadar bahwa itu.. uh, harga bahan-bahan pokok, ya itu, (- Iya.) itu yang sangat penting.

(- Iya, betul.) Kalau itu di.. di.. ditahan.. wajar harganya (- Iya.) dan nggak cepat loncat naik (- Iya.) harganya gitu.. (- Iya.) ya, pada umum.. orangnya cukup.. cukup tenang. (- Iya.)

Iya, karena waktu jaman Pak Harto.. jadi.. antara.. industrialisasi.. ama.. pertanian itu seimbang. (- Hmm..)

Jadi dipedesaan difokuskan buat pertanian, .. di daerah-daerah perkotaan.. ya istilahnya yang dekat2 ke pelabuhan atau dekat ke bandara, itu difokuskan buat industri.

(- Hmm..) Kalau sekarang kebalik gitu, malah ke pedesaan2 juga kayaknya itu industri malah semakin masuk. Jadi otomatis, .. uh, petani-petani itu.. istilahnya lahannya itu.. semakin berkurang.. (- Hmm..) dan juga para petani itu.. tidak diberikan.. uh, penyuluhan, atau pengajaran tentang gimana caranya bertani yang baik, .. karena hasilnya.. itu lagi-itu lagi.

Misalkan kalau musim padi, padi lagi, padi lagi, nggak ada tumpang sarinya. Maksud tumpang sari di sini itu kalau sudah padi itu ya tanami jagung, udah jagung ya tanami kedelai. Sebelum masa pa.. Sebelum masa tanam padi lagi, kan, ada jarak waktu satu bulan atau dua bulan.

Nah dulu, kalau ada jarak waktu begitu, orang-orang biasanya pada nanam.. kacang kedelai, (- Hmhmm..) yang biasa dibuat tempe, tahu. (- Iya, iya..) Ya kalau sekarang, .. karena.. pertama bibitnya juga nggak ada, .. terus kalau beli juga mahal, .. nanti harga jualnya murah, jadi petani juga malas.

Anehnya disitu, .. kalau petani menjual ke.. tengkulak-tengkulak murah…

Apa itu?

Tengkulak itu bandar, (- Uh huh..) bandar, orang yang beli-beli dari orang kecil, dia kumpulin. (- Uh huh..) Petani menjual ke bandarnya itu dengan harga yang murah, iya, sementara mereka.. apa namanya, beli.. beli tanamannya, beli.. beli pupuknya, itu harganya mahal, jadi.. biaya.. setelah dijual itu nggak menutupi harga ini, (- Uh huh..) harga produksi, (- Iya, betul.) ongkos produksi, jadi mereka nggak ada semangat, gitu. (- Uh huh..) Tapi wa.. pas waktu jaman Pak Harto itu nggak begitu. Bibitnya dikasih, .. (- Uh huh..) Iya? Pupuknya juga dikasih, atau dijual dengan harga yang murah, nanti hasilnya.. dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi. Dan emang jaman Pak Harto kita itu.. negara Indonesia itu.. sudah terkenal dengan negara yang bisa swasembada pangan.

Bisa apa?

Swasembada pangan. (- Itu apa?) Arti swasembada pangan disitu.. bisa menghasilkan kebutuhan pokok sendiri, gitu.. (- Ahh..) jadi beras nggak impor, kedelai nggak impor, itu bisa di.. apa, bisa dihasilkan oleh.. oleh negara sendiri, gitu.. (- Ahh..) oleh penduduk Indonesia sendiri.

Mmm.. itu bagus.. right.. Terus juga ada pertanyaan teman kemaren, .. masalah.. kelompok.. islam yang.. yang agak… apa?..

Fanatik, atau?

Uh huh.. Dia takut, mereka takut.. bahwa.. kalau Soeharto meninggal, .. ah.. orang fanatik itu semakin kuat, dan semakin.. ya, mungkin bikin masalah, gitu. Menurut Iwan gimana?

Tapi sebentar. Ahh.. di sini.. dikatakan yang fanatik ini, organisasinya apa?

Oh, saya kurang tahu, (- Ohh..) dia cuma, ya, begitu khawatir dan saya sendiri agak.. agak heran karena.. saya pikir, wah.. Pak Soeharto selama ini sakit-sakit.. memang dia masih ada.. ada influence, gitu.. (- Iya..) pada.. pada negara, pada pemerintah, pada orang-orang begitu. (- Uh huh..)

Dan menurut dia, menurut.. Ini orang Australia, orang asing, kan.. (- Uh huh..) Jadi.. ya.. kita selalu.. ya, coba dapat kabar, berita, itu, tapi kita sendiri nggak tahu persis juga, kan? (- Oh..)

Kalau masalah itu.. kalau misalkan ada orang-orang islam yang fanatiklah katakan, ya.. karena waktu juga jaman Pak Harto.. emang orang.. uh, waktu jaman Pak Harto.. itu.. orang-orang islam itu sangat jaya gitu, ya.

Sangat apa?

Jaya. (- Jaya, itu apa?) Jaya itu.. istilahnya.. dilindungi banget gitu, .. (- dilindungi, protected, gitu..) dilindungi ama.. ama Pak Harto itu. Dan orang-orang dikampung itu kan identik dengan orang-orang muslim ya, hampir 100 persen katakan kalau orang2 di pedesaan.. apalagi di dae(rah).. pulau Jawa ini, .. (- Uh huh..) orang itu hampir 100 persen yang dipedesaan itu beragama islam. (- Uh huh..) Nah.. dulu, waktu jaman Pak Harto, .. dia, kan, punya partai namanya Golkar. (- Uh huh..) Iya.

Nah.. pesantren2 yang ada di setiap kampung, .. termasuk yang dikampung saya.. itu semuanya orang Golkar, (- Iya, jelas.) .. nggak ada pegawai negeri, .. pesantren, .. padahal, kalau menurut logika, orang is(lam).. muslim itu, ya, harusnya masuknya ke P3 (PPP) ya, atau ke PKB yang partainya, itu...istilahnya.. istilahnya ada dasar-dasar islamnya gitu ya. (- Uh huh..) Tapi ini enggak, .. karena mereka itu, nggak pintar orang-orang kampung juga, buat apa mendukung partai yang.. okelah, katakan namanya islam tapi nggak ada timbal baliknya,.. nggak ada hasilnya.

(- Uh huh..) Tapi kalau mendukung Golkar. Golkar menang, otomatis jalan itu item, (hitam / black) jalan diaspal, (- Uh huh..) mesjid dibangun, pesantren dibangun. Istilahnya.. orang-orang yang bikin kelompok keterampilan, atau misalkan kelompok kesenian itu dikasih modal juga, nah itu dulu jaman Pak Harto. (- Mhmm..) Makanya.. cuman segelintir orang aja, menurut saya, yang menghujat Pak Harto itu.

Dan tadi ada pertanyaan bahwa.. kalau Pak Harto udah meninggal,.. uh, ada islam yang radikal itu.. takutnya.. semakin.. apa namanya, semakin berbahaya gitu, kan? (- Iya, uh huh..) Iya, karena, kalau menurut hemat saya gitu ya,.. emang ada.. ada sebagian muslim yang, apa namanya, yang radikal, bukan.. di sini bukan radikal cuman keras gitu, kemauannya itu dia tegas, .. kalau dia udah pingin 'A', dia 'A', dia tidak takut ama siapa-siapa.

Contohnya mungkin FPI kalau dikita itu ya. FPI atau Front Pembela Islam. Nah, kalau udah nggak ada Pak Harto mungkin, ya.. karena yang mereka selama ini agak takutkan ya mungkin karena Pak Harto.

Memang, ma.. walaupun dia sakit mereka masih merasa takut pada (- Iya!) Soeharto itu.

Karena dibelakang Pak Harto itu kan masih banyak.. apa, ajudannya, atau dulunya yang pernah jadi bawahan.

Tapi orang itu masih ada.

Ya pasti masih ada, cuman kalau Pak Hartonya sudah meninggal ya.. secara tidak langsung akan sedikit berkurang pengaruhnya karena mereka juga kan lihat figur, lihat figur Pak Harto. Ya, orangnya udah meninggal, ya, mungkin rasa semangatnya pasti, ya, berkurang. Mungkin itu, mungkin yang di..khawatirkan oleh teman Mr itu, kalau misalkan Pak Harto udah meninggal ya.. islam yang garis keras itu.. akan semakin naik… .. tapi menurut hemat saya.. nggak bakalan lagi, .. (- Hmm..) nggak bakalan kalau menurut hemat saya. Karena itu cuman segelintir aja.

Jadi.. lama-lama dampaknya.. meninggalnya Soeharto itu tidak terlalu terasa, negaranya akan lanjut biasa kan?

Ya menurut saya itu tidak akan ada pengaruh apa-apa kalau dilihat dari segi ekonomi, dari segi hubungan internasional kayaknya nggak akan dampak apa-apa. Karena emang dia orang berpengaruh.. tapi dia kan status dia kan bukan siapa-siapa lagi. (- Iya, dan sudah lama.) Maksudnya jadi rakyat biasa. (- Uhh, dan sudah lama sakitnya.) Iya.

Kalau buat dunia internasional, sih, kayaknya nggak apa-apa.. tergantung.. kebijakan SBY sekarang gimana. Ya mungkin sedikit pengaruhnya begini,.. karenakan dunia internasional itu dari dulu.. ingin melihat kesungguhan.. pemerintah Indonesia.. mau dipimpin oleh siapapun harus menega.. harus menegakan yang salah satunya itu.. apa namanya, menghukum orang-orang yang pernah melanggar hak azazi manusia. Ya di salah.. Salah satunya ya itu Pak Harto. Menurut.. menurut dunia internasional, waktu di Timor Timur ya.

Nah,.. sekarang misalkan pemerintah Indonesia malah memaafkan Pak Harto. Nah, itu aja kayaknya yang akan menjadi sedikit permasalahan ke depan. Jadi kepercayaan dunia internasional kepada pemerintah Indonesia.. akan sedikit berkurang, karena tidak ada kesungguhan buat menghukum.. orang-orang yang pernah melanggar hak azazi manusia ini.

Nah, tapi menurut.. Iwan dan, ya.. orang-orang Indonesia kebanyakannya, bagus atau wajar untuk maafkan Soeharto, atau bagusnya untuk tetep seperti dunia internasional mau itu di.. di.. apa, dihukum Soeharto.

Ya kita kembali lagi ke ap.. ke norma-norma adab setempat ya, katakanlah kebiasaan masyarakat Indonesia, .. Masyarakat Indonesia itu.. kalau orang udah.. udah punya dosa sebesar apapun, kalau dia sudah sakit, kalau dia.. katakanlah meninggal, .. dia minta maaf, .. otomatis kalau orang udah minta maaf, .. ya itu harus dimaafkan.

Dan memang.. memang itu bagus, kan? (- Iya.)

Tetapi.. ah, karena.. kalau mau menghukum terus ya, mau menindaklanjuti kasus Pak Harto ini, .. ya mau dihukum gimana, karena orangnya aja sakit-sakitan terus. Dan selalu ada alasan kalau Pak Harto mau di... bawa kepengadilan alasan sakit, sedangkan kan salah satu.. syarat orang dibawa ke pengadilan itu harus sehat jasmani dan rohani. Harus sehat tubuh dan juga batinnya kan? (- Mhmm.) Kalau Pak Hartonya sakit-sakitan begitu, ya.. uh, nggak bisa.

Terus.. ini lagi, .. karena.. kalau melihat untuk menghukum kroni-kroni Pak Harto ini, yang seharusnya itu kan emang Pak Harto itu.. biangnya, gitu, ya.. biangnya maksud di sini itu 'big boss'nya, gitu. (-Uh huh..) Tapi yang dibelakang Pak Harto itu kan masih banyak orang-orang yang.. melakukan korupsi, yang pada waktu jaman dia, ya, yang masih sehat-sehat. Contohnya Bob Hasan tapi dia pernah dihukum. Tapi.. orang-orang hukum sendiri, .. itu kayaknya segan aja gitu, kalau.. (- Apa?) Segan. Kurang berani (- Uh huh..) untuk mendekati orang-orang Pak Harto.. karena saking kharismanya, gitu. Saking kuatnya Pak Soeharto dulu walaupun dia sudah tidak menjabat, .. tapi orang-orang yang lagi memerintah sekarang itu nggak berani berkoar-koar, maksudnya nggak berani.. ikut-ikutan demo, atau gimana, cuman segelintir orang aja.

Amin Rais pun yang dulu.. sebagai lokomotif.. reformasi, .. malah sekarang dia yang pertama menganjurkan supaya masyarakat Indonesia itu memaafkan Pak Harto. Ya bisa dikatakan dilihat dari segi.. segi kemanusiaannya juga, .. yang kedua, ya .. secara tidak langsung emang Pak Harto itu.. banyak juga jasanya gitu. Apalagi buat orang-orang di pedesaan.

Ya, ya memang bagus. Oke, ya terima kasih.

Ya.